Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Buat Moms yang tengah merencanakan kehamilan, tahukah Anda bahwa apa yang kita konsumsi dapat berperan besar dalam meningkatkan peluang kehamilan? Penelitian menunjukkan bahwa pola makan memiliki dampak signifikan terhadap kesuburan. Untuk itu, ada sejumlah makanan penyubur kandungan yang perlu Anda konsumsi.
Nutrisi yang tepat dapat meningkatkan kualitas sel telur dan sperma, mengatur keseimbangan hormon, dan menciptakan lingkungan yang optimal untuk pembuahan. Lantas, apa saja makanan penyubur kandungan yang sebaiknya dikonsumsi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini, Moms.
Apa saja penyebab Moms & Dads sulit untuk memiliki momongan?
Kesulitan untuk hamil bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks. Tak hanya dari pihak wanita, faktor dari pria pun punya peran signifikan. Berikut ini beberapa penyebab pasangan sulit memiliki momongan.
1. Gangguan ovulasi
Masalah pada proses ovulasi merupakan penyebab utama ketidaksuburan pada wanita. Kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) bisa mengganggu pelepasan sel telur secara normal.
2. Masalah pada tuba falopi
Penyumbatan atau kerusakan pada tuba falopi dapat menghalangi pertemuan antara sperma dan sel telur.
3. Endometriosis
Ini adalah kondisi di mana jaringan yang melapisi rahim tumbuh di luar rahim dapat memengaruhi kesuburan.
4. Faktor usia
Seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur akan menurun. Wanita di atas 35 tahun memiliki peluang hamil yang lebih rendah dibandingkan wanita yang lebih muda.
5. Kualitas sperma yang buruk
Masalah pada jumlah, bentuk, atau pergerakan sperma bisa memengaruhi kemampuan fertilisasi. Faktor-faktor seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan paparan zat kimia dapat menurunkan kualitas sperma seorang pria.
Baca juga: 9 Kelainan Sperma yang Mesti Diwaspadai oleh Pria
6. Gangguan hormonal
Ketidakseimbangan hormon pada pria bisa memengaruhi produksi sperma. Kondisi seperti hipogonadisme atau masalah pada kelenjar pituitari perlu mendapat perhatian khusus.
Makanan penyubur kandungan
Mengonsumsi makanan penyubur kandungan sangat penting untuk mendukung kesehatan reproduksi dan meningkatkan peluang kehamilan. Berikut ini beberapa makanan penyubur kandungan yang dirasankan untuk dikonsumsi.
1. Sayuran hijau gelap
Bayam, kangkung, dan brokoli kaya asam folat yang penting untuk pembentukan DNA dan mencegah cacat lahir. Konsumsi sayuran hijau juga menjadi sumber zat besi yang membantu ovulasi.
2. Buah-buahan beri
makanan penyubur kandungan selanjutnya adalah buah-buahan beri. Blueberry, strawberry, dan raspberry mengandung antioksidan tinggi yang melindungi sel telur dari kerusakan. Vitamin C dalam buah-buahan ini juga mendukung penyerapan zat besi.
3. Ikan berlemak
Salmon, makerel, dan sarden kaya omega-3 yang penting untuk keseimbangan hormon dan kualitas sel telur. Namun, hindari konsumsi ikan yang tinggi merkuri, seperti hiu dan king mackerel.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Almond, kenari, dan biji labu menyediakan vitamin E, zinc, dan lemak sehat yang akan mendukung produksi hormon dan kualitas sperma.
Baca juga: 5 Manfaat Kacang Hijau untuk Meningkatkan Kesuburan
5. Protein nabati
Tahu, tempe, dan lentil bisa menjadi alternatif protein yang lebih baik untuk kesuburan dibandingkan protein hewani berlemak tinggi.
6. Biji-bijian utuh
Quinoa, beras merah, dan oat menyediakan karbohidrat kompleks yang membantu menstabilkan kadar gula darah dan insulin.
7. Produk susu rendah lemak
Yoghurt dan susu rendah lemak merupakan makanan penyubur kandungan yang menyediakan kalsium dan protein yang penting untuk kesehatan reproduksi.
Bagaimana program hamil berhasil?
Bukan hanya dari apa yang Anda konsumsi, keberhasilan program hamil juga memerlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek kehidupan.
1. Persiapan fisik
Anda harus melakukan persiapan fisik yang mencakup pemeriksaan kesehatan pranikah, konsumsi asam folat, menjaga berat badan ideal dan olahraga teratur. Persiapan fisik ini penting untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi optimal selama menjalani program hamil. Dengan tubuh yang sehat, proses ovulasi dan sistem reproduksi dapat berfungsi dengan lebih baik, sehingga peluang kehamilan pun meningkat.
2. Timing yang tepat
Hal selanjutnya yang memengaruhi keberhasilan program hamil adalah memperhatikan timing yang tepat. Pasalnya, peluang terjadinya pembuahan hanya terjadi dalam jangka waktu yang relatif singkat selama siklus menstruasi, yaitu pada masa subur wanita. Tanpa perencanaan waktu yang baik, peluang untuk berhasil hamil bisa menurun secara signifikan. Karenanya, pastikan Anda mengenali masa subur, memonitori ovulasi dan memperhatikan frekuensi hubungan intim dengan pasangan.
3. Mengelola stres
Program hamil yang berhasil juga dipengaruhi oleh tingkat stres. Stres bisa memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam proses reproduksi. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh dapat menghasilkan lebih banyak hormon kortisol yang berpotensi mengganggu ovulasi pada wanita dan menurunkan kualitas sperma pada pria. karenanya, penting untuk mengelola stres ketika Anda dan pasangan menjalani program kehamilan.
4. Gaya hidup sehat
keberhasilan program hamil terjadi saat Anda menjalani gaya hidup sehat. Pastikan Anda dan pasangan memiliki tidur yang berkualitas, menghindari rokok dan alkohol, serta membatasi paparan zat kimia yang dapat memengaruhi kesuburan.
Baca juga: Agar Cepat Hamil, Ini 7 Vitamin untuk Meningkatkan Kesuburan
Nah, itulah penjelasan mengenai makanan penyubur kandungan yang sebaiknya Anda konsumsi agar cepat hamil. Dengan memperhatikan asupan nutrisi yang tepat dan pola hidup yang sehat, kehamilan yang Anda nantikan bisa terwujud. (MB/AY/VN/Foto: Freepik)
