Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
KB implan menjadi pilihan kontrasepsi jangka panjang yang populer karena kepraktisannya. Cukup dipasang sekali, Moms bisa terlindungi dari kehamilan selama beberapa tahun tanpa perlu repot mengingat jadwal minum pil atau mengganti alat kontrasepsi secara rutin. Namun, Moms juga perlu memperhatikan tanda KB implan tidak cocok untuk Anda.
Ya, seperti metode kontrasepsi lainnya, KB implan tidak selalu cocok untuk semua orang. Beberapa wanita mungkin mengalami efek samping atau tanda-tanda ketidakcocokan yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Mengenali tanda-tanda ini penting agar Anda bisa segera berkonsultasi dengan dokter dan mencari solusi yang tepat.
Apa itu KB implan?
KB implan adalah alat kontrasepsi berbentuk batang kecil dan fleksibel yang dipasang di bawah kulit lengan atas. Implan ini melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam tubuh untuk mencegah kehamilan.
Cara kerjanya adalah dengan menghentikan ovulasi (pelepasan sel telur), mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit masuk ke rahim, dan menipiskan dinding rahim. KB implan efektif hingga 99% dalam mencegah kehamilan dan dapat bertahan selama 3-5 tahun, tergantung jenisnya.
Meskipun aman dan efektif, setiap tubuh bereaksi berbeda terhadap hormon. Inilah alasannya penting untuk memahami tanda-tanda ketidakcocokan.
Baca juga: Tanda-Tanda Hamil Setelah Lepas KB Suntik 1 Bulan, Cek Ciri-cirinya!
Tanda-tanda KB implan tidak cocok
1. Perdarahan tidak teratur atau berkepanjangan
Salah satu efek samping paling umum dari KB implan adalah perubahan pola menstruasi. Beberapa wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur, spotting di antara siklus, atau bahkan perdarahan yang berkepanjangan.
Pada bulan-bulan pertama setelah pemasangan, perubahan ini masih dianggap wajar karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan hormon baru. Namun, jika perdarahan terus berlanjut selama lebih dari 6 bulan atau makin parah, ini bisa menjadi tanda bahwa KB implan tidak cocok untuk Anda.
2. Nyeri atau bengkak di area pemasangan
Setelah pemasangan KB implan, wajar jika Moms merasakan sedikit nyeri, memar, atau bengkak di area lengan atas selama beberapa hari. Namun, jika rasa sakit tidak kunjung hilang, area pemasangan menjadi sangat merah, hangat saat disentuh, atau mengeluarkan cairan, ini bisa menjadi tanda infeksi atau penolakan tubuh terhadap implan. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala ini.
3. Perubahan mood yang signifikan
Hormon progestin dalam KB implan bisa memengaruhi suasana hati. Beberapa wanita melaporkan mengalami perubahan mood yang drastis, seperti perasaan cemas berlebihan, mudah marah, atau bahkan gejala depresi. Jika Moms merasa perubahan emosional ini mengganggu kehidupan sehari-hari dan tidak membaik seiring waktu, penting untuk berbicara dengan dokter Anda.
4. Sakit kepala terus-menerus
Sakit kepala ringan mungkin terjadi sebagai efek samping awal. Namun, jika Moms mengalami sakit kepala yang intens, sering, atau bahkan migrain yang tidak pernah dialami sebelumnya, ini bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda tidak merespons hormon dengan baik.
5. Jerawat yang parah
Meskipun beberapa wanita justru mengalami perbaikan kondisi kulit setelah menggunakan KB implan, yang lain mungkin mengalami jerawat yang lebih parah. Jika jerawat menjadi masalah serius dan tidak membaik dengan perawatan kulit biasa, ini bisa menjadi tanda ketidakcocokan.
6. Penurunan atau peningkatan libido
Perubahan hormon dapat memengaruhi gairah seksual. Beberapa wanita melaporkan penurunan libido yang signifikan setelah pemasangan KB implan, sementara yang lain mungkin mengalami peningkatan. Jika perubahan ini membuat Anda merasa tidak nyaman, ada baiknya untuk mendiskusikan pilihan lain dengan dokter.
7. Kenaikan berat badan yang tidak terkontrol
Perubahan berat badan adalah keluhan umum terkait KB hormonal. Beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan yang signifikan meskipun tidak mengubah pola makan atau aktivitas fisik mereka.
8. Mual atau pusing
Mual dan pusing ringan bisa terjadi pada awal penggunaan KB implan. Namun, jika gejala ini berlangsung lama atau memburuk, segera periksakan diri ke dokter.
9. Implan bergeser atau sulit diraba
Dalam kasus yang jarang terjadi, implan bisa bergeser dari posisi awalnya. Jika Anda tidak bisa merasakan implan di lengan atau posisinya berubah, segera hubungi dokter karena ini bisa memengaruhi efektivitas kontrasepsi.
Baca juga: Lupa Minum Pil KB? Lakukan Ini, Moms!
Apa yang harus dilakukan jika KB implan tidak cocok?
1. Konsultasi dengan dokter
Langkah pertama dan terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter atau bidan Anda. Jelaskan semua gejala yang Moms alami dengan detail agar dokter bisa memberikan saran terbaik.
2. Tunggu masa penyesuaian
Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan hormon baru, biasanya sekitar 3-6 bulan. Jika gejala yang Moms alami masih dalam batas wajar dan tidak terlalu mengganggu, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menunggu sedikit lebih lama.
3. Pertimbangkan pelepasan implan
Jika efek samping terus berlanjut atau makin parah, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melepas implan. Prosedur pelepasan relatif sederhana dan biasanya hanya butuh waktu beberapa menit.
4. Cari metode kontrasepsi alternatif
Setelah melepas KB implan, Anda bisa mendiskusikan pilihan kontrasepsi lain dengan dokter, antara lain KB spiral (IUD), KB suntik, pil KB, kondom, atau metode alami seperti kalender atau suhu basal tubuh.
Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, penting untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan Anda.
Itulah penjelasan mengenai tanda KB implan tidak cocok. Memilih metode kontrasepsi adalah keputusan pribadi yang harus disesuaikan dengan kebutuhan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan masing-masing individu. Tidak ada satu pun metode yang sempurna untuk semua orang.
Jika KB implan tidak cocok untuk Anda, masih banyak pilihan lain yang mungkin lebih sesuai. Yang terpenting adalah Moms merasa nyaman dan aman dengan pilihan yang dibuat. Jangan ragu untuk berbicara terbuka dengan dokter tentang kekhawatiran Anda. (MB/AY/WR/Foto: Diana.grytsku/Freepik)
