Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Sebagai orang tua, kesehatan anak tentu menjadi prioritas utama kita ya, Moms. Salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami anak adalah kadar leukosit atau sel darah putih yang tinggi. Untuk mengatasinya, Moms perlu tahu cara menurunkan kadar leukosit pada anak.
Kadar leukosit anak yang meningkat menjadi tanda bahwa tubuh sedang bereaksi terhadap infeksi atau kondisi medis tertentu. Namun, tak perlu panik, Moms, dengan mengetahui cara yang efektif untuk menurunkan kadar leukosit tinggi, Anda bisa membantu anak kembali sehat lebih cepat.
Apa itu leukosit tinggi pada anak?
Leukosit tinggi pada anak, atau yang dikenal sebagai leukositosis, adalah kondisi medis di mana jumlah sel darah putih (leukosit) dalam tubuh melebihi batas normal.
Leukosit berfungsi penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Namun, peningkatan jumlah leukosit bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu ditangani.
Penyebab leukosit tinggi pada anak
Penyebab leukositosis pada anak dapat bervariasi, antara lain:
Infeksi bakteri atau virus: Infeksi seperti pneumonia, demam berdarah, atau tifus bisa menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel darah putih sebagai respons terhadap infeksi tersebut.
Alergi dan reaksi imun: Reaksi alergi terhadap makanan, debu, atau asma dapat merangsang sistem imun dan meningkatkan jumlah leukosit.
Stres fisik atau cedera: Luka akibat terjatuh, luka bakar, atau operasi dapat memicu stres fisik pada tubuh anak, yang direspons dengan meningkatnya jumlah leukosit guna membantu memperbaiki jaringan dan melawan infeksi.
Efek samping obat-obatan: Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid atau obat antikejang, bisa menyebabkan leukosit tinggi pada anak.
Penyakit autoimun dan kelainan darah: Kondisi medis seperti lupus, gangguan sumsum tulang, atau leukemia bisa menyebabkan jumlah leukosit meningkat drastis.
Gejala dan tanda leukosit tinggi
Gejala leukositosis pada anak dapat bervariasi tergantung penyebabnya. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam tinggi
- Lemas atau mudah lelah
- Penurunan nafsu makan
- Ruam atau bentol pada kulit
- Sesak napas atau napas cepat
- Perubahan perilaku atau penurunan kesadaran
- Memar yang tidak wajar atau perdarahan yang sulit berhenti.
Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut ya, Moms.
Baca juga: Leukosit Tinggi pada Anak, Ini Penyebab dan Gejalanya
Cara menurunkan leukosit pada anak
Berikut ini panduan cara menurunkan leukosit pada anak yang penting untuk Anda pahami, Moms.
1. Konsultasikan dengan dokter
Langkah pertama dan paling penting adalah membawa anak ke dokter untuk mengetahui penyebab leukosit tinggi. Dokter akan menentukan apakah peningkatan leukosit disebabkan oleh infeksi, alergi, obat, atau kondisi medis lainnya.
2. Mengobati penyebab yang mendasari
Jika leukosit tinggi akibat infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik yang sesuai. Jika karena infeksi virus, biasanya tubuh anak akan pulih sendiri dengan istirahat dan perawatan suportif.
3. Perawatan di rumah yang mendukung
Pastikan anak cukup istirahat dan tidur yang cukup. Berikan cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi. Pastikan pula untuk mencukupi nutrisi seimbang, termasuk buah dan sayur untuk mendukung sistem imunnya.
4. Hindari pemicu yang memperparah
Langkah penting yang bisa dilakukan adalah menghindari pemicu alergen, seperti debu, bulu hewan, atau makanan tertentu yang dapat memicu respons imun. Selain itu, hentikan penggunaan obat-obatan yang berpotensi meningkatkan jumlah leukosit, tentunya hanya jika dianjurkan oleh dokter.
5. Monitoring kondisi anak
Lakukan pemeriksaan jumlah leukosit sesuai anjuran dokter dan perhatikan gejala yang muncul, seperti demam, kelelahan berlebihan, ruam, atau perdarahan. Jika gejala memburuk atau tidak membaik, segera konsultasikan dengan dokter.
6. Penanganan khusus jika diperlukan
Pada kasus yang lebih serius, misalnya jika leukosit tinggi disebabkan oleh leukemia atau kelainan darah lainnya, dokter mungkin akan menyarankan penanganan intensif, termasuk kemoterapi atau terapi medis khusus guna menurunkan kadar leukosit dan menangani penyebabnya secara efektif.
Baca juga: 6 Cara untuk Mengatasi Leukositosis Secara Alami
Diagnosis dan penanganan
Diagnosis leukositosis pada anak biasanya dilakukan melalui tes darah lengkap untuk menentukan jumlah dan jenis sel darah putih. Pemeriksaan lanjutan seperti apusan darah atau aspirasi sumsum tulang mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab pasti.
Penting bagi orang tua untuk memantau kondisi anak dan segera mencari perawatan medis jika gejala memburuk atau tidak membaik. Dengan pemantauan dan perawatan yang tepat, banyak kasus leukositosis pada anak dapat diatasi dengan baik.
Itulah cara menurunkan leukosit pada anak. Menjaga kadar leukosit anak tetap normal sangat penting untuk mendukung sistem imun dan kesehatan keseluruhan. Meskipun beberapa langkah di rumah, seperti istirahat cukup, nutrisi seimbang, dan menghindari alergen, bisa membantu, tetap penting untuk mendapatkan evaluasi medis profesional.
Leukosit tinggi pada anak bisa menjadi tanda infeksi, alergi, atau kondisi serius seperti kelainan darah. Karena itu, segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau dokter hematologi untuk pemeriksaan lebih lanjut, diagnosis tepat, dan penanganan yang aman. Tindakan dini akan membantu anak pulih lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi serius di kemudian hari. (MB/YE/SW/Foto: Freepik)
