Type Keyword(s) to Search
FAMILY & LIFESTYLE

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Wanita

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil pada Wanita

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Di tengah padatnya aktivitas, pergi ke toilet bisa menjadi jeda kecil yang menyenangkan, asal tidak terlalu sering. Namun, ketika Moms merasa harus bolak-balik ke kamar mandi hingga mengganggu konsentrasi, tidur, bahkan rasa percaya diri, kondisi ini jelas tidak bisa diabaikan. Namun, bagaimana cara mengatasi sering buang air kecil pada wanita?

Frekuensi buang air kecil yang meningkat bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari faktor ringan hingga kondisi medis yang perlu ditangani. Kabar baiknya, sebagian besar penyebabnya bisa diatasi dengan langkah sederhana dan perubahan gaya hidup sehari-hari, Moms.

Apa penyebab buang air terus bagi wanita?

Sering buang air kecil pada wanita bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari konsumsi cairan berlebih hingga kondisi medis tertentu, seperti infeksi saluran kemih (ISK), overactive bladder, diabetes, atau iritasi pada kandung kemih.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa peningkatan frekuensi berkemih terjadi ketika kandung kemih mengalami peradangan, infeksi, atau ketika tubuh memproduksi urine lebih banyak dari biasanya akibat gangguan hormonal atau metabolik. Kondisi seperti kehamilan, penggunaan obat diuretik, dan gangguan saraf juga bisa memengaruhi kontrol kandung kemih dan memicu rasa ingin buang air terus-menerus.

Baca juga: Waspada Infeksi Saluran Kandung Kemih saat Hamil!

Apa yang dapat diminum wanita untuk menghentikan sering buang air kecil?

Untuk membantu meredakan frekuensi buang air kecil, Moms bisa mengonsumsi minuman yang menenangkan kandung kemih, seperti air putih untuk menjaga hidrasi tanpa memicu iritasi, serta infused water dari mentimun atau chamomile yang cenderung lembut bagi saluran kemih. Minuman seperti teh chamomile (pilih yang dekafein lebih baik) atau air hangat juga bisa membantu merilekskan otot panggul dan mengurangi rasa urgensi.

Hindari sementara kopi, teh berkafein, soda, dan alkohol karena dapat bersifat diuretik dan memperburuk gejala. Jika keluhan disebabkan oleh infeksi, memperbanyak air putih akan membantu mengencerkan urine dan mempercepat pemulihan.

Baca juga: Jangan Bercinta Jika Punya Infeksi Saluran Kemih, Ini Alasannya

Cara mengatasi sering buang air kecil pada wanita

Lakukan beberapa langkah sederhana di bawah ini untuk mengatasi sering buang air kecil, Moms!

1. Atur pola minum

Moms mungkin berpikir bahwa minum lebih sedikit akan membantu, padahal tubuh tetap membutuhkan hidrasi yang seimbang. Kuncinya bukan mengurangi air secara drastis, melainkan hindari minum terlalu dekat dengan waktu tidur.

Kurangi konsumsi minuman diuretik seperti kopi, teh, soda, dan alkohol yang dapat memicu produksi urine lebih banyak. Tak lupa, coba ganti sebagian konsumsi minuman manis dengan air putih untuk mengurangi iritasi kandung kemih.

2. Latihan otot panggul dengan Kegel

Otot dasar panggul berperan penting dalam menahan urine. Ketika otot ini melemah (misalnya setelah melahirkan), Moms bisa mengalami urgensi berkemih. Melakukan latihan Kegel 3 kali sehari bisa membantu mengencangkan otot-otot tersebut. Caranya: Kontraksikan otot seperti menahan pipis, tahan 3-5 detik, lepaskan secara perlahan, ulangi 10-15 kali. Latihan ini sederhana, tidak membutuhkan alat, dan bisa dilakukan kapan saja.

3. Hindari makanan pemicu iritasi

Beberapa makanan dapat meningkatkan sensasi ingin buang air kecil, terutama jika Moms memiliki kandung kemih yang sensitif. Contoh makanan pemicu tersebut adalah makanan pedas, tomat dan olahannya, cokelat, pemanis buatan, dan minum berkarbonasi. Mengatur pola makan bisa membantu mengurangi iritasi dan menstabilkan frekuensi berkemih lho, Moms.

4. Bladder training

Metode ini melatih kandung kemih beradaptasi agar tidak mudah terpicu rasa ingin buang air kecil. Caranya, jadwalkan buang air kecil setiap 1 sampai 1,5 jam. Jika sudah terbiasa, tingkatkan jeda 15 menit setiap beberapa hari. Lakukan secara bertahap sampai Moms bisa menahan sampai 2-3 jam. Bladder training cukup efektif untuk mengurangi urgensi dan meningkatkan kontrol.

Baca juga: Waspadai Hematuria, saat Kencing Keluar Darah

5. Jaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan ekstra pada kandung kemih sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil. Dengan menjaga berat badan ideal melalui pola makan seimbang dan olahraga, tekanan tersebut bisa berkurang dan fungsi kandung kemih membaik.

6. Atasi infeksi (jika ada)

Menurut Cleveland Clinic, sering buang air kecil dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu dan perlu evaluasi menyeluruh bila disertai gejala mengganggu lainnya. Jika keluhan sering buang air kecil disertai gejala lain, seperti nyeri atau sensasi terbakar saat berkemih, urine berbau tajam, urine keruh atau berdarah, dan nyeri di panggul bagian bawah, Moms perlu waspada terhadap kemungkinan infeksi saluran kemih (ISK) atau kondisi lain seperti overactive bladder, diabetes, atau batu saluran kemih. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan terapi yang tepat.

7. Perhatikan kualitas tidur

Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat memengaruhi hormon yang mengatur produksi urine. Kondisi ini bisa membuat Moms lebih sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil. Upayakan tidur cukup, batasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta lakukan teknik relaksasi seperti napas dalam atau meditasi ringan.

Itulah cara mengatasi sering buang air kecil pada wanita. Dengan melakukan langkah sederhana tersebut, Anda bisa menghindari kerepotan akibat sering buang air kecil. (MB/AY/TW/Foto: Ryanking999/Canva)