Type Keyword(s) to Search
KID

Pertumbuhan Payudara Sampai Umur Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Pertumbuhan Payudara Sampai Umur Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Pertumbuhan payudara adalah salah satu tanda pubertas yang paling terlihat dan sering kali membuat banyak perempuan penasaran, pertumbuhan payudara sampai umur berapa sebenarnya? Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi ketika bentuk dan ukurannya terus berubah seiring bertambahnya usia.

Faktanya, proses pertumbuhan payudara tidak berhenti begitu saja saat remaja. Ada fase-fase penting yang mungkin belum Moms ketahui, mulai dari pubertas, usia dewasa muda, hingga masa kehamilan dan menyusui yang juga bisa memengaruhi bentuknya.

Nah, berikut ini penjelasan lengkap tentang kapan pertumbuhan payudara dimulai, kapan berhenti, dan faktor apa saja yang membuat setiap wanita memiliki perkembangan yang berbeda.

Tahapan pertumbuhan payudara

Pertumbuhan payudara adalah bagian penting dari pubertas yang dialami remaja perempuan. Perubahan ini terjadi secara bertahap dan dipengaruhi oleh hormon, terutama estrogen. Untuk memahami prosesnya, dunia medis menggunakan Tanner Stages, yaitu tahapan perkembangan fisik dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Berikut ini penjelasan lengkap setiap tahap perkembangan payudara.

1. Tahap 1 (prepubertal)

Pada tahap ini, payudara belum menunjukkan perkembangan. Tidak ada jaringan payudara yang tampak dan areola masih datar mengikuti kontur dada. Tahap ini umumnya terjadi sebelum pubertas dimulai.

2. Tahap 2 (breast bud)

Ini adalah tanda awal pubertas. Muncul tonjolan kecil di balik puting yang disebut breast bud. Areola mulai melebar dan terasa lebih sensitif. Tahap ini biasanya dimulai antara umur 8-13 tahun, tetapi bisa berbeda pada tiap individu.

3. Tahap 3

Pada tahap ini, jaringan payudara mulai berkembang lebih besar. Payudara terlihat lebih bulat, tetapi areola masih belum membentuk tonjolan terpisah. Peningkatan jaringan lemak dan kelenjar mulai lebih jelas terlihat.

4. Tahap 4

Areola dan puting mulai membentuk tonjolan yang disebut secondary mound. Ukuran payudara terus bertambah dan bentuknya makin terlihat seperti payudara dewasa, tetapi belum sepenuhnya matang.

5. Tahap 5 (tahap dewasa)

Pada tahap ini, payudara mencapai bentuk dewasa sepenuhnya. Areola tampak kembali menyatu dengan kontur payudara, sedangkan puting tetap menonjol. Meski disebut “tahap akhir”, ukuran dan bentuk payudara masih bisa berubah selama masa kehamilan, menyusui, atau perubahan berat badan.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini 8 Jenis Bentuk Payudara Wanita

Kapan pertumbuhan payudara anak perempuan dimulai?

Pertumbuhan payudara pada anak perempuan umumnya dimulai di awal masa pubertas. Tanda pertama yang paling khas adalah munculnya “breast bud”, yaitu tonjolan kecil di bawah puting susu (areola). Fase ini disebut thelarche dan menandai masuknya ke Tanner Stage 2.

Disebutkan pula dari Cleveland Clinic bahwa sebagian besar anak perempuan mulai mengalami pertumbuhan payudara pada usia 8-13 tahun, yang dianggap sebagai rentang normal pubertas awal menurut panduan medis internasional.

Baca juga: 7 Cara Merawat Payudara yang Baik agar Tetap Sehat dan Kencang

Pertumbuhan payudara sampai umur berapa

Pertumbuhan payudara biasanya dimulai pada masa pubertas, yaitu sekitar usia 8-13 tahun. Setelah itu, payudara akan terus berkembang mengikuti tahapan perkembangan tubuh hingga mencapai bentuk dewasa.

Secara umum, pertumbuhan payudara akan selesai pada usia 17-18 tahun. Namun, ini bukan angka yang mutlak. Banyak perempuan yang masih mengalami perubahan kecil pada ukuran dan bentuk payudara hingga usia 20-21 tahun, terutama karena pengaruh hormon, berat badan, atau pola hidup. Faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan payudara:

1. Hormon

Hormon adalah salah satu faktor paling kuat dalam perkembangan payudara. Estrogen dan progesteron mengatur pembentukan dan pematangan jaringan payudara (saluran susu dan kelenjar). Selain itu, hormon pertumbuhan (growth hormone) dan insulin-like growth factor-1 (IGF-1) berperan dalam mendorong proliferasi sel payudara selama pubertas dan pertumbuhan.

2. Keturunan

Keturunan atau faktor genetik sangat menentukan ukuran dan kepadatan payudara. Gen mengatur seberapa responsif sel jaringan payudara terhadap hormon (seperti reseptor hormon) dan juga memengaruhi distribusi lemak serta struktur jaringan ikat.

3. Nutrisi dan status gizi

Gizi sangat penting dalam pertumbuhan fisik secara umum, termasuk perkembangan payudara. Asupan nutrisi yang cukup (makronutrien seperti protein, lemak, karbohidrat, serta mikronutrien seperti vitamin) mendukung produksi hormon dan pertumbuhan jaringan.

4. Komposisi tubuh (lemak tubuh)

Payudara sebagian besar terdiri dari lemak (jaringan adiposa), jaringan ikat, dan kelenjar susu. Individu dengan persentase lemak tubuh lebih tinggi bisa memiliki payudara yang lebih besar karena lebih banyak jaringan lemak.

5. Gaya hidup dan aktivitas fisik

Olahraga tertentu, terutama latihan dada, bisa membentuk otot di belakang payudara, sehingga membuat payudara tampak lebih menonjol, meski tidak benar-benar membuat membesar jaringan payudara itu sendiri. Pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, atau obesitas juga bisa mengubah profil hormon tubuh (misalnya meningkatkan estrogen) yang berdampak pada pertumbuhan payudara.

Benarkah ada jenis bra tertentu yang dapat memengaruhi pertumbuhan payudara?

Pertanyaan ini sering muncul di kalangan remaja maupun Moms yang sedang mendampingi anak memasuki masa pubertas. Banyak yang khawatir bahwa memakai bra terlalu cepat, memakai bra “salah ukuran”, atau memilih jenis bra tertentu dapat menghambat atau justru mempercepat pertumbuhan payudara. Namun, faktanya, jenis bra tidak memengaruhi pertumbuhan payudara. Meskipun begitu, pemilihan bra tetap penting. Bukan untuk mengatur pertumbuhan, melainkan untuk:

  • Memberikan kenyamanan
  • Melindungi saat beraktivitas
  • Menjaga postur tubuh
  • Mencegah iritasi atau masalah kulit.

Pertumbuhan payudara adalah proses alami yang dialami setiap perempuan, tetapi waktunya bisa sangat berbeda satu sama lain. Memahami pola pertumbuhan yang normal bisa membantu Moms memantau perkembangan putri Anda dan mengenali jika ada yang perlu diperiksa ke dokter.

Jika Moms melihat perubahan yang tampak tidak biasa seperti pertumbuhan terlalu cepat, terlalu lambat, atau muncul nyeri yang mengganggu, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan terbaik. (MB/YE/SW/Foto: Rawpixel.com)