Type Keyword(s) to Search
BUMP TO BIRTH

Apakah Suami Boleh Minum ASI Istri? Ini Penjelasannya

Apakah Suami Boleh Minum ASI Istri? Ini Penjelasannya

Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond

Bagi pasangan suami istri yang baru memiliki buah hati, momen menyusui adalah masa-masa yang penuh kedekatan dan kehangatan. Namun, di tengah momen intim ini, kadang muncul pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terasa canggung untuk ditanyakan secara terbuka. Salah satunya adalah, “Bagaimana jika suami tidak sengaja (atau sengaja) minum Air Susu Ibu (ASI) milik istri? Apakah hal ini diperbolehkan dan apakah ada dampak medisnya?”

Tenang saja, Moms tidak sendirian memikirkan hal ini. Yuk, kita bahas bersama Moms & Dads tidak lagi merasa bingung atau khawatir soal ini.

Bolehkah suami minum ASI istri menurut Islam?

Pertanyaan paling mendasar yang sering muncul adalah tentang hukum fikihnya. Apakah suami yang meminum ASI istrinya akan menjadi mahram (saudara persusuan) bagi sang istri? Kekhawatiran ini wajar, mengingat dalam Islam, hubungan mahram bisa membatalkan pernikahan.

Namun, kabar baiknya adalah mayoritas ulama sepakat bahwa suami minum ASI istri tidak menjadikan mereka saudara persusuan (mahram), sehingga pernikahan tetap sah.

Mengapa demikian? Berikut ini penjelasan singkatnya berdasarkan pandangan mayoritas ulama.

1. Syarat usia persusuan

Dalam hukum Islam, hubungan mahram akibat persusuan hanya terjadi jika orang yang menyusu masih berada di usia menyusu, yaitu di bawah dua tahun (24 bulan).

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada persusuan (yang menyebabkan mahram) kecuali yang terjadi pada usia menyusu (di bawah dua tahun).” (HR. Daruquthni)

Karena suami sudah dewasa dan jauh melampaui usia dua tahun, maka air susu yang tertelan tidak memberikan efek hukum mahram.

2. Fungsi susu sebagai makanan pokok

Syarat lain agar persusuan menjadi penyebab mahram adalah jika susu tersebut berfungsi menumbuhkan daging dan tulang. Pada bayi, ASI adalah sumber nutrisi utama yang membentuk tubuhnya. Sedangkan bagi orang dewasa, seteguk atau dua teguk ASI hanyalah sekadar minuman biasa yang lewat di tenggorokan, bukan penopang pertumbuhan fisik.

3. Hukum sengaja vs tidak sengaja

Para ulama mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali umumnya berpendapat bahwa meski tidak menjadi mahram, sebaiknya suami tidak dengan sengaja menjadikan minum ASI sebagai kebiasaan rutin layaknya bayi. Namun, jika terjadi secara tidak sengaja saat bermesraan (foreplay), hal ini diperbolehkan (mubah) atau tidak berdosa.

Jadi, Moms & Dads bisa bernapas lega. Keharmonisan rumah tangga tidak akan rusak hanya karena insiden kecil ini. Islam itu memudahkan dan tidak kaku, terutama dalam menjaga kasih sayang suami istri.

Baca juga: Mimpi Menyusui Bayi dan Air Susunya Banyak, Ini Maknanya

Apakah ada manfaat ASI untuk suami?

Setelah mengetahui hukum agamanya, mungkin Dads penasaran, apakah ASI punya khasiat khusus bagi orang dewasa jika diminum? Kita tahu ASI adalah “cairan emas” bagi bayi, tetapi apakah efeknya sama untuk tubuh orang dewasa?

Secara medis, jawabannya mungkin sedikit mengejutkan: Tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa minum ASI memberikan manfaat kesehatan signifikan bagi orang dewasa. Berikut ini beberapa fakta medis yang perlu Anda ketahui.

1. Nutrisi ASI dirancang spesifik untuk bayi

Komposisi ASI sangat ajaib karena ia berubah-ubah menyesuaikan kebutuhan bayi yang sedang tumbuh pesat. Kandungan protein, lemak, dan antibodinya didesain untuk sistem pencernaan bayi yang belum sempurna. Bagi tubuh orang dewasa yang sudah matang dan kompleks, nutrisi dalam ASI bisa dibilang sangat sedikit dan tidak sebanding dengan kebutuhan harian orang dewasa. Segelas susu sapi atau susu kedelai justru memberikan nutrisi yang lebih relevan bagi orang dewasa.

Baca juga: Apakah Anak 5 Tahun Masih Perlu Minum Susu? Ini Faktanya

2. Risiko penularan penyakit

Ini poin penting yang sering terlupakan. ASI adalah cairan tubuh. Seperti halnya darah, ASI bisa menjadi media penularan virus atau bakteri jika kondisi kesehatan ibu tidak diketahui secara pasti. Penyakit seperti hepatitis B, C, HIV, atau sifilis bisa menular melalui ASI.

Tentu saja dalam konteks suami istri, Moms & Dads pastinya sudah saling tahu riwayat kesehatan masing-masing. Namun, ini tetap menjadi alasan medis mengapa konsumsi ASI oleh orang dewasa bukanlah praktik yang disarankan secara kesehatan umum.

3. Potensi efek samping pencernaan

Meskipun jarang, beberapa orang dewasa mungkin mengalami gangguan pencernaan ringan seperti mual atau kembung saat minum ASI, karena enzim pencernaan orang dewasa berbeda dengan bayi.

Demikianlah penjelasan tentang apakah suami boleh minum ASI istri. Jika Dads tidak sengaja minum ASI saat berhubungan intim, Moms tidak perlu panik atau merasa bersalah. Secara agama Islam, hal tersebut tidak membatalkan pernikahan dan tidak menjadikan suami sebagai anak persusuan.

Dari sisi kesehatan, meski tidak berbahaya jika tertelan sedikit, tidak ada manfaat kesehatan “ajaib” yang bisa didapat suami dari minum ASI. Jadi, biarkan ASI tetap menjadi hak istimewa Si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya yang optimal. (MB/AY/SW/Foto: Freepik)