Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Bukan hanya proses melancarkan ASI yang penting. Proses menghentikan ASI juga perlu mendapat perhatian khusus. Moms perlu tahu cara menghentikan ASI secara alami dan cepat sehingga tidak menimbulkan trauma buat Anda maupun anak.
Memasuki usia 2 tahun, biasanya bayi telah siap untuk disapih atau berhenti menyusu dari ibunya. Selain itu, ada pula kondisi yang menyebabkan ibu tak bisa menyusui lagi, seperti sakit. Namun, terkadang proses untuk menghentikan direct breastfeeding tidaklah mudah.
Baca juga: 7 Cara Menyapih Anak dari ASI agar Tidak Rewel
Memahami proses alami penghentian ASI
Penting bagi Moms untuk memahami bagaimana tubuh memproduksi dan menghentikan ASI secara alami. Perlu diketahui, produksi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan oksitokin. Ketika stimulasi pada payudara berkurang, kadar prolaktin akan menurun dan produksi ASI pun berangsur-angsur berhenti.
Proses penghentian ASI secara alami biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada berapa lama Moms telah menyusui dan frekuensi bayi menyusu. Nah, tubuh Anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan hormonal ini.
Beberapa busui mungkin mengalami gejala seperti payudara yang terasa penuh, nyeri, atau bahkan demam ringan. Ini adalah respons normal tubuh terhadap perubahan hormonal. Namun, dengan pendekatan yang tepat, gejala-gejala ini dapat diminimalkan, Moms.
Metode bertahap untuk mengurangi produksi ASI
1. Kurangi frekuensi menyusui secara bertahap
Cara paling alami dan aman adalah mengurangi frekuensi menyusui secara bertahap. Alih-alih menghentikan secara tiba-tiba, cobalah untuk mengurangi satu sesi menyusui setiap 3-5 hari. Metode ini memberikan waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan produksi ASI secara perlahan.
Mulailah dengan menghilangkan sesi menyusui yang paling tidak penting, biasanya sesi di siang hari. Sesi menyusui pagi dan malam hari biasanya yang terakhir dihentikan karena memiliki ikatan emosional yang lebih kuat.
2. Ganti dengan makanan atau minuman lain
Jika bayi sudah berusia di atas 6 bulan, Moms dapat mengganti sesi menyusui dengan makanan padat atau susu formula. Untuk bayi yang lebih kecil, konsultasikan dengan dokter anak mengenai alternatif yang tepat.
Proses penggantian ini sebaiknya dilakukan secara bertahap agar Si Kecil dapat beradaptasi dengan perubahan pola makan. Berikan waktu juga untuk bayi mengenal rasa dan tekstur makanan baru ya, Moms.
Namun, perlu diingat, pemberian ASI disarankan hingga Si Kecil berusia 2 tahun. Jadi, Moms tak perlu terburu-buru menyapih jika memang tak ada indikasi medis atau kondisi yang mengharuskan Anda untuk berhenti menyusui.
Baca juga: Mengeringkan ASI dengan Minyak Kayu Putih, Amankah Dilakukan?
Cara menghentikan ASI secara alami dan cepat
1. Kompres dingin untuk mengurangi pembengkakan
Kompres dingin bisa membantu mengurangi produksi ASI dan meredakan nyeri akibat pembengkakan payudara. Gunakan kantong es yang dibungkus handuk atau kompres dingin khusus selama 15-20 menit beberapa kali sehari.
Kompres dingin bekerja dengan cara mengurangi aliran darah ke area payudara, sehingga akan membantu mengurangi produksi ASI. Namun, pastikan untuk tidak menggunakan kompres terlalu lama agar tidak merusak jaringan kulit ya, Moms.
2. Gunakan daun kubis
Daun kubis telah lama digunakan sebagai pengobatan alami untuk mengurangi pembengkakan payudara dan produksi ASI. Kandungan dalam daun kubis dipercaya bisa membantu mengurangi peradangan dan mempercepat proses penghentian ASI.
Caranya cukup mudah: cuci bersih daun kubis segar, simpan di kulkas hingga dingin, lalu tempelkan pada payudara selama 20-30 menit. Ulangi beberapa kali sehari hingga merasa lebih nyaman.
3. Konsumsi teh herbal tertentu
Beberapa jenis teh herbal dipercaya bisa membantu mengurangi produksi ASI. Teh peppermint dan teh sage adalah dua pilihan yang paling populer. Kandungan mentol dalam peppermint dan senyawa aktif dalam sage akan membantu menekan produksi ASI.
Minumlah 2-3 cangkir teh herbal ini setiap hari. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, terutama jika Moms memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Perawatan payudara selama proses menghentikan ASI
1. Hindari stimulasi berlebihan
Hindari memijat atau menstimulasi payudara secara berlebihan karena hal ini dapat merangsang produksi ASI. Jika payudara terasa sangat penuh dan tidak nyaman, keluarkan ASI sedikit saja untuk meredakan tekanan, bukan sampai payudara kosong.
Gunakan bra yang suportif tapi tidak terlalu ketat. Bra yang terlalu ketat bisa menyebabkan penyumbatan saluran ASI, sementara bra yang terlalu longgar tidak memberikan dukungan yang cukup.
2. Jaga kebersihan dan pantau tanda infeksi
Selama proses penghentian ASI, penting untuk menjaga kebersihan payudara Anda, Moms. Mandilah secara teratur dan gunakan pakaian yang bersih. Pantau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, nyeri yang tidak biasa, atau demam tinggi.
Jika Moms mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan tenaga medis. Infeksi payudara (mastitis) bisa terjadi selama proses penyapihan dan memerlukan penanganan medis yang tepat.
Itulah cara menghentikan ASI secara alami dan cepat.Menghentikan ASI secara alami tidak hanya berdampak secara fisik, tapi juga emosional. Perubahan hormonal yang terjadi bisa memengaruhi mood dan emosi Anda. Beberapa busui mungkin merasa sedih, cemas, atau bahkan mengalami gejala mirip depresi ringan.Ini adalah respons normal tubuh terhadap penurunan kadar hormon prolaktin dan oksitosin.
Berikan waktu untuk diri sendiri beradaptasi dengan perubahan ini dan jangan ragu mencari dukungan jika diperlukan. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)