Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Di masa menyusui, Moms mungkin pernah mengalami dilema saat harus minum obat karena sakit. Kekhawatiran utama adalah bagaimana menetralkan ASI dari efek obat dan memastikan ASI tetap aman untuk Si Kecil.
Saat Anda mengonsumsi obat, sebagian kecil kandungan obat tersebut dapat masuk ke dalam ASI. Meskipun tidak semua obat berbahaya untuk bayi, beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Karena itu, ibu menyusui perlu tahu cara menetralkan ASI dari efek obat untuk melindungi kesehatan dan keselamatan bayi serta menjaga kontinuitas pemberian ASI eksklusif kepada Si Kecil.
Bagaimana obat memengaruhi ASI?
Obat yang dikonsumsi busui akan diserap ke dalam aliran darah dan sebagian kecil dapat berpindah ke ASI melalui kelenjar susu. Faktor-faktor yang memengaruhi jumlah obat dalam ASI meliputi:
- Jenis dan dosis obat
- Waktu konsumsi obat
- Metabolisme tubuh busui
- Usia dan kondisi kesehatan bayi
- Frekuensi menyusui.
Baca juga: Amankah Minum Obat Parasetamol untuk Ibu Menyusui?
Cara menetralkan ASI dari efek obat
1. Konsultasi dengan dokter
Langkah pertama dan terpenting adalah berkonsultasi dengan dokter sebelum Moms mengonsumsi obat apa pun. Dokter akan merekomendasikan obat yang aman untuk busui, menyesuaikan dosis untuk meminimalkan risiko, memberikan alternatif pengobatan yang lebih aman, serta menentukan kapan aman untuk melanjutkan menyusui.
2. Atur waktu konsumsi obat
Minum obat setelah menyusui: Ini memberikan waktu maksimal bagi tubuh untuk memproses obat sebelum sesi menyusui berikutnya.
Konsumsi obat sebelum tidur malam: Jika bayi tidur lebih lama di malam hari, ini akan memberikan jeda yang lebih panjang.
Ikuti jadwal yang konsisten: Dengan cara ini, Anda bisa memprediksi kapan kadar obat dalam ASI akan minimal.
3. Gunakan metode “Pump and dump”
Untuk obat-obat tertentu yang punya risiko tinggi, dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk:
- Memompa ASI dan membuangnya selama periode tertentu
- Menggunakan ASI yang telah dipompa sebelumnya atau susu formula sementara
- Melanjutkan memompa untuk menjaga produksi ASI
- Kembali menyusui normal setelah obat keluar dari sistem.
4. Perhatikan reaksi bayi
Waspada terhadap tanda-tanda yang menunjukkan bayi terpengaruh obat, misalnya perubahan pola tidur (terlalu mengantuk atau rewel), penurunan nafsu makan, ruam atau reaksi alergi, perubahan pola buang air besar (BAB), dan muntah atau gumoh berlebihan.Jika Si Kecil mengalami gejala ini, segera hubungi dokter anak.
Baca juga: Bayi Berkeringat saat Menyusu, Tanda Penyakit Berbahaya?
5. Pilih obat yang aman untuk ibu menyusui
Beberapa kategori obat yang umumnya dianggap aman adalah sebagai berikut:
- Parasetamol: Untuk demam dan nyeri ringan
- Ibuprofen: Antiinflamasi yang aman dalam dosis normal
- Antibiotik tertentu: Seperti amoxicillin dan erythromycin
- Obat alergi: Loratadine dan cetirizine.
6. Manfaatkan pengobatan topikal
Bila memungkinkan, pilihlah obat yang dioleskan langsung ke area yang bermasalah, seperti krim atau salep untuk masalah kulit, obat tetes mata untuk infeksi mata, dan semprot hidung untuk hidung tersumbat. Obat topikal umumnya diserap dalam jumlah minimal ke aliran darah.
Langkah-langkah pencegahan tambahan
1. Jaga pola hidup sehat
Moms bisa mempraktikan pola hidup sehat, seperti minum air yang cukup untuk membantu tubuh memproses dan mengeluarkan obat lebih cepat, istirahat yang cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, konsumsi makanan bergizi untuk mendukung pemulihan dan produksi ASI berkualitas, serta olahraga ringan untuk membantu sirkulasi dan metabolisme.
Baca juga: 10 Sayuran Terbaik untuk Ibu Menyusui
2. Simpan ASI dengan benar
Jika dirasakan perlu, Moms bisa menyimpan ASI untuk digunakan kemudian. Namun, gunakan ASI yang dipompa sebelum konsumsi obat, beri label dengan tanggal dan waktu pompa, simpan di dalam freezer untuk penyimpanan jangka panjang, dan ikuti aturan penyimpanan ASI yang benar.
Kapan harus segera ke dokter?
Segera konsultasi dengan dokter jika:
- Bayi menunjukkan reaksi yang tidak normal
- Anda memerlukan obat jangka panjang
- Kondisi kesehatan Anda memburuk
- Ada keraguan tentang keamanan obat
- Produksi ASI menurun drastis.
Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menetralkan ASI dari obat. Dengan perencanaan yang tepat, konsultasi medis yang baik, dan pemantauan yang cermat, Moms bisa tetap memberikan ASI terbaik untuk Si Kecil sambil mendapatkan pengobatan yang Anda perlukan.
Jangan lupa juga untuk selalu konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengambil keputusan untuk minum obat-obatan di masa menyusui ya, Moms. (M&B/AY/SW/Foto: Freepik)