Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh wanita, baik luar maupun dalam. Nah, salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kadar asam urat pada ibu hamil yang tinggi. Meskipun jarang dibahas, bumil perlu mengenali penyebab dan gejala asam urat saat hamil dan cara mengatasinya untuk menjaga kesehatan Anda dan janin.
Asam urat pada ibu hamil umumnya menimbulkan gejala yang sama seperti pada umumnya, seperti nyeri dan bengkak pada sendi, terutama di kaki dan jari tangan. Tingginya asam urat saat hamil perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklampsia dan menurunkan berat badan lahir bayi.
Penyebab asam urat tinggi pada ibu hamil
Asam urat adalah produk limbah alami dari pemecahan zat purin dalam tubuh. Ginjal biasanya menyaring dan membuang asam urat melalui urine. Namun, selama kehamilan, beberapa faktor bisa menyebabkan penumpukan asam urat, seperti:
1. Peningkatan produksi sel
Pertumbuhan janin yang cepat memicu peningkatan pergantian sel dalam tubuh ibu hamil, yang secara alami menghasilkan lebih banyak purin dan asam urat.
2. Perubahan fungsi ginjal
Saat hamil, fungsi ginjal mengalami sedikit perubahan, Meskipun aliran darah ke ginjal meningkat selama kehamilan, kemampuannya untuk mengeluarkan asam urat terkadang bisa sedikit terganggu.
3. Preeklampsia
Kondisi ini, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kerusakan organ, sering kali dikaitkan dengan kadar asam urat yang sangat tinggi. Asam urat tinggi bisa menjadi salah satu penanda biologis untuk preeklampsia.
4. Diet tinggi purin
Mengonsumsi makanan kaya purin seperti daging merah, jeroan, dan beberapa jenis makanan laut secara berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat di tubuh.
5. Faktor lain
Dehidrasi, obesitas, dan riwayat keluarga dengan penyakit asam urat juga dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kondisi ini saat hamil.
Gejala asam urat tinggi pada ibu hamil
Gejala asam urat tinggi saat hamil mungkin tidak selalu jelas, Moms. Banyak wanita tidak merasakan gejala apa pun, dan kondisi ini sering kali baru terdeteksi melalui tes darah rutin. Namun, jika kadar asam urat sangat tinggi hingga menyebabkan serangan gout (nyeri sendi mendadak), gejala yang mungkin muncul meliputi:
1. Nyeri sendi hebat.Tiba-tiba muncul rasa sakit yang intens, biasanya pada satu sendi seperti jempol kaki, pergelangan kaki, atau lutut. Pembengkakan dan kemerahan di area sendi yang terkena menjadi bengkak, terasa hangat saat disentuh, dan tampak kemerahan.
Baca juga: Nyeri Perut Normal Terjadi saat Trimester 2, Ini Penyebabnya
2. Keterbatasan gerak.Rasa sakit yang parah bisa membuat sendi sulit untuk digerakkan.
Penting untuk dicatat, gejala-gejala ini bisa mirip dengan keluhan kehamilan lainnya. Karena itu, konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.
Bahaya asam urat pada ibu hamil
Kadar asam urat yang tidak terkontrol selama kehamilan bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan. Kondisi ini membawa beberapa risiko serius bagi bumil dan janin.
Salah satu risiko terbesar adalah hubungannya dengan preeklampsia. Kadar asam urat yang tinggi sering kali menjadi indikator awal atau tanda keparahan preeklampsia. Preeklampsia sendiri bisa menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti kelahiran prematur, pertumbuhan janin terhambat, dan bahkan kejang pada bumil (eklampsia).
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa asam urat tinggi juga dapat berkontribusi pada:
- Pertumbuhan janin terhambat: Bayi mungkin tidak tumbuh sebagaimana mestinya di dalam rahim
- Kelahiran prematur: Meningkatkan risiko bayi lahir sebelum waktunya
- Berat badan lahir rendah: Bayi lahir dengan berat badan di bawah normal.
Karena itu, pemantauan kadar asam urat menjadi bagian penting dari perawatan kehamilan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko-risiko tersebut sejak dini.
Cara efektif atasi asam urat saat hamil
Mengatasi asam urat selama kehamilan membutuhkan pendekatan yang hati-hati dan selalu dengan pengawasan dokter. Mengingat banyak obat asam urat standar tidak aman untuk bumil, fokus utama adalah pada perubahan gaya hidup. Berikut ini beberapa cara efektif yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi asam urat saat hamil, Moms.
1. Tetap terhidrasi
Minum banyak air membantu ginjal berfungsi lebih efisien dalam membuang kelebihan asam urat dari tubuh. Usahakan untuk minum setidaknya 8-10 gelas air setiap hari.
Baca juga: Ini 5 Tanda Tubuh Mengalami Dehidrasi saat Hamil
2. Perhatikan asupan makanan
Batasi konsumsi makanan yang tinggi purin, seperti:
- Daging merah (sapi, domba)
- Jeroan (hati, ginjal, ampela)
- Makanan laut tertentu (sarden, kerang, teri)
- Minuman manis yang mengandung gula tinggi.
Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, dan produk susu rendah lemak.
3. Jaga berat badan yang sehat
Meskipun penurunan berat badan tidak dianjurkan selama kehamilan, menjaga kenaikan berat badan dalam rentang yang direkomendasikan dokter bisa membantu mengelola asam urat.
4. Lakukan pemeriksaan rutin
Ikuti semua jadwal pemeriksaan kehamilan Anda. Tes darah rutin akan membantu dokter memantau kadar asam urat Anda dan mengambil tindakan jika diperlukan.
5. Hindari pengobatan sendiri
Jangan pernah mengonsumsi obat penurun asam urat atau pereda nyeri tanpa resep dan anjuran dari dokter ya, Moms. Banyak dari obat-obatan ini bisa berbahaya bagi janin.
Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi asam urat saat hamil. Dengan memahami dan mewaspadai risikonya, Anda akan memastikan kehamilan berjalan dengan lancar, karena kesehatan Anda dan janin, adalah prioritas utama di masa kehamilan, Moms. (MB/AY/GP/Foto: Freepik)