Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Tingkat kesuburan menjadi salah satu faktor penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Sayangnya, tingkat kesuburan ini menjadi tantangan yang sering dihadapi, baik pada suami maupun istri. Namun, infertilitas wanita sering kali diiringi dengan informasi yang tidak akurat. Nah, penting untuk mengetahui ciri-ciri wanita mandul beserta penyebab dan cara mencegahnya.
Agar tidak tersesat dalam informasi yang keliru, yuk, simak informasi lengkapnya dalam artikel yang berhasil MB rangkum berikut ini!
Apa penyebab wanita mandul?
Tidak ada satu faktor tunggal yang menyebabkan infertilitas pada wanita, melainkan hasil akumulasi beberapa faktor. Mengetahui penyebabnya sangat penting untuk menentukan penanganan yang paling efektif. Berikut ini beberapa penyebabnya.
1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS): Kondisi ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang mengganggu ovulasi. Wanita dengan PCOS sering kali memiliki siklus haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali.
2. Disfungsi hipotalamus: Stres fisik atau emosional yang ekstrem serta perubahan berat badan yang drastis bisa mengganggu produksi hormon pelepas gonadotropin (GnRH) dari hipotalamus di otak. Hormon ini krusial untuk menstimulasi ovulasi.
3. Insufisiensi ovarium primer: Juga dikenal sebagai kegagalan ovarium prematur, kondisi ini terjadi ketika ovarium berhenti berfungsi normal sebelum usia 40 tahun, menyebabkan penurunan produksi estrogen dan ovulasi yang tidak teratur.
4. Penyakit radang panggul (PID): Infeksi pada organ reproduksi, sering kali akibat penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore.
5. Riwayat operasi: Operasi di area perut atau panggul, termasuk operasi untuk kehamilan ektopik, dapat meninggalkan jaringan parut yang menyumbat tuba falopi.
6. Endometriosis: Pertumbuhan jaringan yang mirip dengan lapisan rahim (endometrium) di luar rahim, seperti pada ovarium atau tuba falopi, bisa menyebabkan peradangan dan penyumbatan.
7. Kelainan bentuk rahim: Beberapa wanita lahir dengan kelainan bentuk rahim yang bisa mengganggu implantasi embrio.
8. Miom atau fibroid: Tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim ini dapat mengganggu implantasi atau menyumbat tuba falopi.
9. Stenosis serviks: Penyempitan leher rahim ini dapat menghalangi sperma masuk ke dalam rahim.
10. Usia: Usia adalah faktor yang sangat signifikan dalam kesuburan wanita. Seiring bertambahnya usia, kualitas dan kuantitas sel telur yang dimiliki seorang wanita akan menurun secara alami. Penurunan ini menjadi lebih tajam setelah usia 35 tahun, membuat pembuahan menjadi lebih sulit dan risiko keguguran meningkat.
Baca juga: Mengenal Kehamilan Geriatri, Hamil di atas usia 35 Tahun, Amankah?
Ciri-ciri wanita mandul yang perlu diwaspadai
Meskipun ciri utama infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah satu tahun mencoba (atau enam bulan bagi wanita di atas 35 tahun), ada beberapa tanda lain yang mungkin mengindikasikan adanya masalah kesuburan, yakni:
1. Siklus haid tidak teratur
Siklus haid yang sangat tidak teratur, terlalu panjang (lebih dari 35 hari), terlalu pendek (kurang dari 21 hari), atau bahkan tidak ada sama sekali (amenorea) adalah tanda utama adanya gangguan ovulasi. Siklus yang teratur biasanya merupakan indikator bahwa ovulasi terjadi secara rutin.
Baca juga:Ini Pengaruh Progesteron terhadap Siklus Haid yang Perlu Moms Tahu
2. Nyeri haid yang parah (dismenorea)
Meskipun kram ringan saat haid adalah hal yang normal, nyeri yang sangat parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari bisa menjadi gejala kondisi seperti endometriosis atau miom rahim. Kedua kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan secara signifikan.
3. Perubahan hormonal
Tanda-tanda fisik yang mengindikasikan adanya masalah hormonal juga perlu diwaspadai, seperti:
- Pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah, dada, atau punggung (hirsutisme)
- Munculnya jerawat parah pada usia dewasa
- Penipisan atau kerontokan rambut di kepala
- Kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
4. Nyeri saat berhubungan seksual (dispareunia)
Rasa sakit saat berhubungan intim bisa menjadi gejala dari kondisi medis seperti endometriosis atau penyakit radang panggul, yang keduanya terkait dengan masalah kesuburan.
Cara mendeteksi kesuburan wanita
Jika Anda mencurigai adanya masalah kesuburan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan merekomendasikan serangkaian tes untuk mengevaluasi fungsi reproduksi Anda, antara lain:
1. Tes darah: Untuk mengukur kadar hormon yang terkait dengan ovulasi, seperti progesteron dan hormon perangsang folikel (FSH).
2. Histerosalpingografi (HSG): Prosedur rontgen menggunakan zat kontras untuk memeriksa apakah tuba falopi terbuka atau tersumbat.
3. USG transvaginal: Untuk memeriksa kondisi rahim dan ovarium, serta mendeteksi adanya miom, kista, atau kelainan lainnya.
4. Pelacakan ovulasi: Dokter mungkin meminta Anda untuk melacak suhu tubuh basal atau menggunakan alat tes ovulasi di rumah untuk memastikan apakah Anda berovulasi.
Cara mencegah masalah kesuburan pada wanita
Meskipun tidak semua penyebab infertilitas dapat dicegah, ada beberapa gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk menjaga dan mengoptimalkan kesehatan reproduksi Anda.
1. Pertahankan berat badan ideal: Kelebihan atau kekurangan berat badan dapat mengganggu siklus hormonal dan ovulasi.
2. Terapkan pola makan sehat: Konsumsilah makanan seimbang yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral.
3. Berolahraga secara teratur: Aktivitas fisik dengan intensitas sedang bisa membantu menjaga berat badan dan mengurangi stres. Namun, hindari olahraga yang berlebihan karena justru dapat mengganggu ovulasi.
4. Kelola stres: Stres kronis dapat memengaruhi hormon yang mengatur siklus haid. Cobalah teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau pernapasan dalam.
5. Hindari rokok dan alkohol. Kedua zat ini terbukti dapat merusak kualitas sel telur dan mengganggu kesuburan.
Itulah beberapa ciri-ciri wanita mandul dan cara mencegahnya. Bila Anda mencurigai salah satu cirinya terjadi pada diri Anda, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. (MB/AY/RF/Foto: Freepik)