BUMP TO BIRTH

Penyebab Hamil Selain Bersetubuh, Bisakah Hamil Tanpa Penetrasi Seksual?


Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond


Miskonsepsi mengenai kesehatan reproduksi masih sering terjadi. Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul, tetapi jarang dibicarakan secara terbuka karena dianggap tabu adalah mengenai penyebab kehamilan selain bersetubuh.

Mengutip dari Cleveland Clinic, pembuahan terjadi ketika sperma berenang melalui vagina dan membuahi sel telur di tuba falopi. Ini terjadi beberapa jam atau hari setelah Anda melakukan hubungan seks tanpa pengaman. Setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi menempel di rahim dan begitulah kehamilan dimulai. Lalu, bisakah terjadi kehamilan selain bersetubuh? Yuk, simak pemaparannya di bawah ini!

Apa saja yang bisa bikin hamil selain bersetubuh?

Perlu diketahui bahwa meskipun penetrasi seksual adalah metode utama reproduksi alami, itu bukan satu-satunya jalan bagi sperma untuk mencapai sel telur. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar kehamilan tetap bisa terjadi tanpa adanya penetrasi, yakni:

1. Ejakulasi di luar vagina

Istilah medis untuk kondisi ini kadang disebut sebagai "splash pregnancy". Ini terjadi ketika ejakulasi dilakukan sangat dekat dengan vulva (bagian luar organ kelamin perempuan) tanpa adanya penetrasi.

Kita harus memahami bahwa sperma adalah perenang yang tangguh. Jika cairan mani tumpah atau menetes tepat di bukaan vagina dan kondisi lendir serviks sedang optimal (biasanya saat masa subur), sperma dapat berenang masuk ke dalam saluran reproduksi. Meskipun peluangnya jauh lebih rendah dibandingkan dengan ejakulasi di dalam, kemungkinannya tetap ada.

Baca juga: Apa yang Dirasakan Wanita Setelah Sperma Masuk ke Rahim?

2. Aktivitas seksual non-penetrasi (petting)

Aktivitas seksual yang melibatkan gesekan antaralat kelamin atau stimulasi manual sering dianggap aman. Namun, aktivitas ini tetap bisa menyebabkan kehamilan.

Jika aktivitas ini dilakukan dengan pakaian lengkap, risiko kehamilan hampir tidak ada karena sperma tidak dapat menembus kain tebal. Namun, jika ini dilakukan tanpa busana dan terdapat kontak langsung antar alat kelamin, risiko perpindahan cairan mani ke area vagina tetap ada. Cairan praejakulasi (pre-cum) yang keluar sebelum ejakulasi penuh juga dapat mengandung sperma aktif, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan air mani utama.

3. Inseminasi

Inseminasi merupakan salah satu teknik reproduksi terbantu di mana sperma dapat dimasukkan langsung ke dalam rahim wanita menggunakan alat khusus (kateter), memperpendek jarak sperma ke sel telur agar peluang pembuahan lebih besar. Ini bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesuburan ringan, baik pada pria maupun wanita.

4. IVF

Jika kita berbicara tentang penyebab kehamilan tanpa bersetubuh dalam konteks medis dan kemajuan teknologi, kita tidak bisa melupakan IVF. Dalam IVF, pertemuan sperma dan sel telur bahkan terjadi di laboratorium hingga menghasilkan embrio. Setelah itu, barulah embrio dimasukkan ke dalam rahim. Metode ini memungkinkan pasangan dengan masalah infertilitas untuk mendapatkan kehamilan.

Apakah bisa hamil tanpa sperma laki-laki?

Pertanyaan ini sering muncul seiring dengan berkembangnya diskusi tentang teknologi masa depan. Namun, jika kita mengacu pada realitas medis saat ini, jawabannya adalah tidak.

Manusia bereproduksi secara seksual, bukan aseksual. Untuk membentuk janin yang layak hidup, diperlukan setengah materi genetik (23 kromosom) dari sel telur dan setengah materi genetik (23 kromosom) dari sperma. Penggabungan materi genetik inilah yang menciptakan manusia baru dengan kode DNA yang unik.

Hingga saat ini belum ada teknologi atau fenomena alami pada manusia yang memungkinkan sel telur membelah dan berkembang menjadi bayi sempurna tanpa adanya pembuahan oleh sperma.

Baca juga: Berhubungan Seks Setiap Hari, Aman Enggak, Sih?

Itulah informasi terkait penyebab kehamilan selain bersetubuh yang perlu Anda ketahui. Untuk itu, merencanakan kehamilan sangat penting guna menghasilkan generasi yang sehat. (MB/AY/RF/Foto: Freepik)