Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Menyusui merupakan momen yang membahagiakan sekaligus menantang bagi seorang ibu. Perawatan payudara saat menyusui perlu dilakukan agar payudara tidak bengkak. Pembengkakan payudara tidak hanya menimbulkan rasa sakit, tapi juga memengaruhi kenyamanan dan kelancaran menyusui.
Ingin tahu cara tepat merawat payudara saat menyusui? Yuk, simak artikel berikut ini sampai habis ya, Moms!
Apa yang menyebabkan payudara bengkak saat menyusui?
Sebelum mengetahui perawatan payudara saat menyusui, pastikan Moms sudah mengetahui beberapa hal yang bisa menyebabkan payudara bengkak. Pembengkakan payudara atau yang sering disebut engorgement, biasanya terjadi ketika produksi susu lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti:
- Pengosongan ASI yang tidak teratur
- Bayi belum menyusu dengan optimal
- Produksi ASI yang melimpah pada tahap awal
- Adanya penyumbatan saluran ASI.
Jika dibiarkan, pembengkakan ini bisa menyebabkan penurunan produksi ASI hingga risiko mastitis atau infeksi payudara lho, Moms. Karena itu, penting untuk meminimalkan risiko ini dengan langkah-langkah perawatan yang tepat.
Langkah-langkah perawatan payudara agar tidak bengkak
1. Susui bayi secara teratur
Menyusui bayi secara teratur setiap 2-3 jam sekali adalah langkah pertama untuk mencegah penumpukan ASI di payudara. Jangan menunggu bayi menangis baru menyusui, melainkan perhatikan tanda-tanda awal bayi lapar seperti mengisap jari atau gelisah. Menyusuilah sesuai kebutuhan bayi (on-demand feeding). Selain itu, pastikan posisi dan pelekatan (latch) bayi benar untuk mengosongkan payudara dengan efektif.
2. Lakukan pemijatan lembut
Pemijatan payudara sebelum dan selama menyusui bisa membantu melancarkan aliran ASI dan mencegah saluran ASI tersumbat. Gunakan gerakan melingkar dengan tekanan lembut dari pangkal payudara menuju puting.
Rutin memijat payudara dapat membantu mengurangi kekakuan otot di sekitar payudara dan mencegah terbentuknya benjolan akibat saluran ASI tersumbat.
Baca juga: Pijat Laktasi, Ini Manfaatnya untuk Tingkatkan Produksi ASI
3. Kompres payudara
Kompres hangat sebelum menyusui bisa membantu melancarkan aliran ASI, sementara kompres dingin setelah menyusui bisa meredakan bengkak dan nyeri jika sudah terjadi pembengkakan.
Cara melakukannya:
- Kompres hangat sebelum menyusui selama 5-10 menit.
- Kompres dingin setelah menyusui untuk mengurangi peradangan atau nyeri.
4. Gunakan bra yang tepat
Pemilihan bra menyusui yang nyaman sangat berpengaruh dalam mencegah pembengkakan payudara. Gunakan bra yang memberikan penyangga tanpa terlalu ketat, karena bra yang terlalu sempit malah bisa menyumbat saluran ASI.
Ciri-ciri bra menyusui yang baik:
- Terbuat dari bahan yang lembut dan breathable
- Mudah dibuka untuk menyusui
- Pas dengan ukuran payudara tanpa menekan terlalu kuat.
Baca juga: 5 Tips Memilih Bra Menyusui yang Nyaman dan Tepat
5. Pompa ASI ketika diperlukan
Jika bayi tidak berhasil mengosongkan payudara sepenuhnya, memompa ASI adalah solusi yang sangat membantu. Ini juga berguna jika Anda harus meninggalkan bayi untuk sementara waktu.
Tips memompa ASI:
- Gunakan pompa ASI yang nyaman dan steril.
- Pompa selama 10-15 menit pada setiap payudara setelah menyusui jika masih terasa penuh.
6. Jaga pola hidup sehat
Kesehatan fisik ibu juga memengaruhi produksi dan aliran ASI. Pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup minum air putih, dan istirahat yang cukup meskipun aktivitas menyusui sering menyita waktu.
Makanan yang baik untuk ibu menyusui:
- Sumber protein seperti ikan, telur, dan kacang-kacangan
- Sayur dan buah yang kaya vitamin
- Gandum utuh sebagai sumber energi.
Baca juga: 7 Makanan Pelancar ASI Paling Ampuh untuk Ibu Menyusui
Bagaimana jika payudara sudah terlanjur bengkak?
Jika pembengkakan payudara sudah terjadi, berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya, Moms.
- Menyusui lebih sering meski terasa nyeri, karena menyusui tetap menjadi cara terbaik untuk mengosongkan payudara.
- Gunakan daun kubis dingin yang diletakkan pada payudara untuk mengurangi nyeri dan peradangan.
- Hindari terlalu sering memompa berlebihan, karena ini dapat meningkatkan produksi ASI lebih banyak melebihi kebutuhan.
- Jika saluran ASI terasa tersumbat atau mulai menunjukkan tanda infeksi (seperti kemerahan dan demam), segera konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi.
Demikian panduan perawatan payudara agar tidak bengkak saat menyusui. Bila cara-cara tersebut di atas tidak dapat mengatasi masalah payudara bengkak yang Anda alami, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi ya, Moms. (M&B/Ayu/RF/Foto: Freepik)