Follow Mother & Beyond untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow Instagram dan YouTube Mother & Beyond
Moms suka mengonsumsi makanan pedas meski dalam fase menyusui? Rasa pedas dari makanan memang tidak langsung berpindah ke ASI, tapi beberapa komponen dari makanan pedas bisa memengaruhi rasa dan aroma ASI. Meskipun begitu, ada cara menetralkan ASI setelah makan pedas, lho.
Ketika Anda mengonsumsi makanan pedas, komponen kimia seperti capsaicin (zat yang membuat cabai terasa pedas) bisa masuk ke dalam aliran darah. Sebagian kecil dari senyawa ini kemudian dapat berpindah ke ASI melalui proses alami tubuh.
Namun, penting untuk dipahami bahwa ASI tidak akan terasa "pedas" seperti makanan yang Anda konsumsi, Moms. Yang terjadi adalah perubahan halus pada rasa dan aroma ASI yang mungkin tidak familiar buat bayi.
Proses perpindahan ini biasanya terjadi dalam waktu 2-6 jam setelah Anda makan. Setiap ibu menyusui memiliki metabolisme yang berbeda, sehingga waktu dan intensitas pengaruhnya pun bervariasi.
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang ibunya rutin mengonsumsi makanan pedas selama kehamilan dan menyusui cenderung lebih toleran terhadap perubahan rasa ASI. Hal ini karena mereka sudah terpapar dengan variasi rasa sejak dalam kandungan.
Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Makan Makanan Pedas?
Tanda-tanda bayi terpengaruh makanan pedas
Setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap perubahan dalam ASI. Berikut ini beberapa tanda yang perlu Moms perhatikan.
1. Perubahan perilaku menyusu
Bayi mungkin menunjukkan keengganan untuk menyusu atau hanya menyusu sebentar kemudian melepaskan puting. Si Kecil juga bisa terlihat gelisah saat menyusu atau menunjukkan ekspresi tidak suka.
2. Gangguan pencernaan
Beberapa bayi mungkin mengalami perut kembung, kolik, atau perubahan pola buang air besar setelah busui mengonsumsi makanan pedas. Namun, gejala ini juga bisa disebabkan oleh faktor lain.
Baca juga: Makanan untuk Ibu Menyusui agar Bayi Berhenti Mencret
3. Perubahan pola tidur
Bayi yang biasanya tidur nyenyak mungkin menjadi lebih rewel atau sering terbangun. Hal ini bisa terjadi karena ketidaknyamanan pada pencernaannya.
Cara menetralkan ASI setelah makan pedas
Jika Moms mengonsumsi makanan pedas dan khawatir dengan dampaknya, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membantu menetralkan efeknya terhadap ASI, antara lain:
1. Perbanyak konsumsi air putih
Minum air putih dalam jumlah yang cukup membantu mengencerkan konsentrasi senyawa pedas dalam tubuh dan mempercepat proses eliminasi melalui ginjal. Usahakan minum setidaknya 2-3 liter air per hari. Air putih juga membantu menjaga produksi ASI tetap optimal dan mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk situasi.
2. Konsumsi susu atau produk dairy
Susu dan produk dairy mengandung kasein, protein yang bisa membantu menetralkan capsaicin. Minum segelas susu dingin atau yoghurt plain bisa membantu mengurangi sensasi pedas dalam mulut dan memperlambat penyerapan ke dalam darah.
Baca juga: Perlukah Minum Susu Khusus untuk Ibu Menyusui?
3. Makan makanan yang menenangkan
Konsumsilah makanan yang memiliki sifat menenangkan, seperti pisang, nasi putih, atau roti tawar. Makanan-makanan ini membantu menyerap sebagian senyawa pedas dalam lambung dan memberikan lapisan pelindung pada dinding lambung.
4. Tunggu waktu yang tepat
Jika memungkinkan, tunda pemberian ASI langsung selama 2-3 jam setelah makan pedas. Gunakan waktu ini untuk memompa dan membuang ASI yang mungkin terpengaruh, kemudian berikan ASI yang dipompa sebelumnya atau yang dipompa setelah periode tunggu.
5. Konsumsi makanan kaya antioksidan
Buah-buahan seperti jeruk, strawberry, atau sayuran hijau kaya antioksidan bisa membantu tubuh memproses dan mengeliminasi senyawa-senyawa asing lebih cepat.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter
Meskipun pada umumnya busui boleh saja mengonsumsi makanan pedas dan tidak terlalu berpengaruh terhadap ASI, ada beberapa situasi yang memerlukan konsultasi medis, yakni:
1. Jika bayi menunjukkan reaksi alergi seperti ruam, muntah berlebihan, atau diare yang berlangsung lebih dari 24 jam setelah Moms makan makanan pedas, segera hubungi dokter anak.
2. Bayi yang menolak menyusu secara total selama lebih dari 6 jam juga memerlukan perhatian medis untuk mencegah dehidrasi dan malnutrisi.
3. Jika Moms mengalami gejala seperti nyeri perut hebat, mual berkelanjutan, atau produksi ASI menurun drastis setelah makan pedas, konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi.
Meski tengah menyusui, bukan berarti Anda sama sekali tak boleh mengonsumsi makanan pedas, Moms. Hal terpenting yang perlu diingat adalah bagaimana reaksi bayi setelah Anda mengonsumsi makanan tersebut. Namun, Anda disarankan untuk mencoba cara menetralkan ASI setelah makan pedas agar tidak berpengaruh terhadap Si Kecil. (M&B/AY/WR/Foto: Freepik)
